PENGUASAAN
BAHASA INGGRIS SEBAGAI KOMUNIKASI INTERNASIONAL UNTUK MENUNJANG KARIR KETIKA
KERJA
Mempelajari bahasa inggris adalah sebagai bekal disaat
kita semua akan melangkah dalam kehidupan globalisasi. Setiap orang wajib
bergelut dalam dunia globalisasi jika ingin berkembang dan tidak berjalan di
tempat. Dengan menguasai bahasa inggris seseorang dapat berkomunikasi lebih
jauh, sehingga wawasannya dalam teknologi informasi sendiri akan lebih terbuka,
dan memiliki kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa inggris adalah salah
satu modal besar untuk melangkah dalam dunia dan kemajuan teknologi yang selalu
bergerak maju.
Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional di
dunia, dan sudah menjadi bahasa pengantar utama di dunia, jadi mau tidak mau bahasa
Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Tidaklah
mustahil perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kita untuk lebih
aktif dalam menanggapi arus informasi global sebagai aset dalam memenuhi
kebutuhan pasar.
Sebagai bahasa pergaulan dunia bahasa Inggris bukan
hanya sebagai kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek
pengetahuan bahasa melainkan sebagai media komunikasi global. Di dunia usaha
yang makin mengglobal, semakin banyak perusahaan lokal termasuk
perusahaan Indonesia telah masuk ke pasar dunia dan menggunakan bahasa inggris
sebagai alat komunikasi utama, dan semakin banyak perusahaan internasional yang
masuk ke pasar lokal, penggunaan bahasa Inggris yang menjadi bahasa ”bisnis” makin
dirasakan sebagai suatu keharusan. Selain itu, terlihat banyak sekali kasus
yang kita jumpai dimana seringkali negosiasi gagal karena salah paham dengan
calon mitra asing, pekerjaan tertunda karena komunikasi yang terbata-bata
dengan klien dari Negara lain atau lamaran kerja di sebuah perusahaan asing
ditolak karena kemampuan berbahasa Inggris yang kurang dan kesempatan kerja
sama dengan perusahaan kelas internasional batal akibat tidak bisa menyediakan
tenaga kerja yang bisa berbahasa Inggris.
Bahasa inggris sangat penting dalam menunjang
karir, menambah lebih banyak wawasan, mendapatkan banyak teman dari luar negara
dan masih banyak lagi keuntungan menguasai bahasa inggris. Kita akan membahas
penguasaan bahasa inggris sebagai komunikasi internasional untuk menunjang
karir ketika bekerja, mayoritas bisnis perusahaan perusahaan internasional
dilakukan menggunakan bahasa inggris. Dijaman yang serba modern ini elektonik
banyak menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa utama, apalagi banyak
perusahaan yang mementingkan karyawannya menguasai bahasa inggris. Banyak orang
yang melamar pekerjaan menggunakan bahasa inggris demi mendapatkan jabatan yang
mereka inginkan, tapi tidak semudah itu perusahaan akan menguji langsung orang
tersebut menggunakan bahasa inggris.
Pada tahun 2015 ini, Indonesia akan menghadapi pasar
bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Oleh karena itu, bahasa Inggris
sangat dibutuhkan dalam memersiapkan individu untuk menghadapi pasar bebas,
karena persaingan di lapangan pekerjaan akan semakin ketat, pesaing bukan hanya
dari Indonesia saja melainkan para pekerja asing akan turut serta dalam
persaingan pasar bebas di Indonesia. Bahasa asing kini memiliki nilai yang
sangat penting untuk mendongkrak kemajuan karier. Apalagi posisi
manajerial kini banyak didominasi oleh ekspatriat. Otomatis mereka yang
kemampuan bahasa asingnya belepotan, panas dingin dan cenderung bengong jika
harus bertemu muka dengan bos atau mitra bisnis dari negara lain.
Biasanya, karena panik, atau takut diminta menjelaskan sesuatu dalam bahasa
asing, mereka akan menghindar. Ujung-ujungnya jadi kuper bahkan kesulitan
bersosialisasi.
Di era persaingan kerja yang kompetitif ini,
seseorang yang menguasai bahasa asing ‘populer’ dan bernilai jual tinggi,
otomatis memiliki peluang lebih besar dalam mendapat panggilan kerja
dibandingkan sesama rekannya yang memilliki latar belakang pendidikan
serupa.
Karyawan yang mahir berbahasa asing kedua, terutama
bahasa-bahasa Asia, juga berpeluang besar untuk dikirim perusahaan mengikuti
pelatihan di luar negeri. Siapa pun tahu, perkembangan ekonomi dan pendidikan
di Asia seperti di Jepang, Cina, India, serta banyaknya perusahaan Jepang
berekspansi ke Indonesia.
Anda ternyata tak bisa sembarangan memilih bahasa asing
kedua yang ingin dipelajari. Lincoln Taylor, manajer dari Berlitz Language
Center, mengatakan, pilihan itu sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerjaan.
“Jangan mentang-mentang merasa bahasa x terdengar eksotis, lantas tanpa
berpikir panjang, langsung mendaftarkan diri ikut kursus. Kalau Anda memang
hobi traveling, ingin jadi penerjemah atau berkarier di kedutaan, memang tidak
jadi soal. Tapi, kalau tidak kan sayang waktu dan uang yang terbuang. Lebih
baik jika dipergunakan untuk belajar bahasa yang menunjang profesi Anda.“