Rabu, 24 Desember 2014

Suku Aztec - Mexico

Suku Aztec
       aztec merupakan satu dari beberapa kebudayaan, yang disebut secara umum sebagai "nahuan" mengikuti bahasa mereka.ketika kaum astec sampai ke lembah anahuac, mereka dianggap oleh nahuas lain sebagai yang paling tidak berperadaban, jadi mereka memutuskan belajar, dan mengambil dari kaum-kaum lain, mereka banyak belajar dari toltec tua (yang sering dikelirukan dengan kebudayaan teotihuacan yang lebih tua).
Pada abad ke -13, ketika orang - orang aztec datang masuk ke meksiko bagian tengah, kota teotihuacan yang dulunya padat ini (kira - kira puncak kejayaansekitar 400M ) telah sepi ditinggalkan para pembangunnya yang misterius.bahkan orang - orang suku aztec yang ganas pun sangat terpukau saat pertama kali melihat bangunan piramida - piramida kematian ini.pusat upacaranya yang megah, dimana puluhan ribu masyarakatnya berkumpul di tengah - tengah monumen batu keramat, terbenam dibawah rimbunnya perpohonan.orang orang aztec menamai situs perbakala ini dan mengindentifikasi monumen - monumen
paling agung dan megah sesuai dengan kepercayaan sendiri, yaitu piramida matahari dan piramida bulan.karena berasumsi bahwa beberapa bangunan ini adalah makam, mereka menyebut jalan raya utamanya "Street of the dead".
Kerajaan Aztec berdiri sekitar tahun 1298 M dan mencapai puncak kerjayaan pada tahun 1450 M. kerajaan Aztec mengalami kehancuran setelah datangnya bangsa spayol, dengan raja terkahir Monte Zuma II. Pusat kerjaan Aztec berada di daerah semenanjung Yukatan.

Kebudayaan Suku Aztec 
hasil dari kebudayaan suku aztec adalah 
1.      Kuil berbentuk piramida yang tengahnya berlubang untuk memasukan kurban (emas dan perak).
2.      Kosenp kepercayaan menyembah dewa - dewa.
3.      Patung di kota Vera Cruz, yang beratnya 30 ton sebagai perwujudan dewa

Suku aztec tiap 50 tahun sekali mengadakan upacara besar - besaran yang dipusatkan di hall of the star, ibukota kerajaan aztec.

Ritual tentang suku aztec                                                                          
Fakta - fakta tentang ritual suku aztec 
1.      saat melakukan ritual, pendeta aztec mengecat hitam tubuh mereka sebagai pengenal bahwa mereka adalah seorang pendeta
2.      setiap kali orang aztec menaklukan sebuat kota, mereka menambahkan semua dewa dari kota tersebut ke agama mereka. itu sebab, agama aztec selalu mendapat tambahan dewa baru.
3.      suku aztec menguburkan anggota keluarga mereka di dalam rumah
4.      ritual aneh aztec termasuk mendandani orang - orang khusus yang terpilih meniru dewa tertentu untuk kemudian dibunuh sebagai korban bagi dewa tersebut.
5.      keyakinan ini diperdalam dengan kepercayaan bahwa tiga dewa utama suku aztec Huitzilopochtli, Quetzalcoatl, dan Teccatlipoca mengorbankan diri dan menawarkan jantung mereka kepada matahari.suku aztec percaya bahwa jika mereka tidak melakukan pengorbanan, matahari tidak akan terbit keesokan harinya.

Fakta - fakta tentang pengorbanan manusia aztec
1.      Suku aztec percaya bahwa orang - orang yang dikorbankan untuk para dewa, perempuan yang meniggal selama persalinan, dan orang - orang yang tewas dalam pertempuran akan menjadi sahabat matahari selama 5 tahun setela mereka dilahirkan kembali sebagai koibri atau kupu - kupu.
2.      Para pendeta harus memilih orang yang cocok untuk dikorbankan, setelah itu mereka akan makan daging dan minum sebagian darah orang yang dikorbankan.
3.      Ritual pengorbanan dilakukan dengan urutan sebagai berikut : korban dipilih, dibawa ke altar dalam kuil atau piramida dimana pendeta dari suku aztec akan menyayat dada dan mengambil jantung saat korban masih hidup untuk kemudian jantung tersebut di bakar.setelah itu, mayat kemudian dilempar dari atas piramida.jika korban menunjukan keberanian, pendeta akan menunjukan rasa hormat dengan menggendong mayan menuruni piramida alih - alih melemparkannya.
4.      satu - satunya pengecualian aturan di atas adalah ketika pengorbanan dilakukan untuk huehueteotl - dewa makanan, kehangatan, dan kematian dimana korban pertama kali dilemparkan kedalam api dan ditarik keluar sebelum tewas untuk diambil jantungnya dan dibuang kedalam api.
5.      suku aztec percaya bahwa tlaloc, dewa hujan senang mendapatkan pengorbanan anak - anak dilakukan pada musim semi.
6.      dalam upacara yang unik, perawan dikorbankan untuk dewa Xochipili, yang dimana kaki mereka disilangkan sebelum akhirnya jantung dikeluarkan dari dada mereka.
7.      pada ritual lain, seorang wanita yang mewakili Xochiquetzal dikorbankan.
8.      setiap kali oran aztec kehabisan makanan, mereka akan makan daging dari mayat musuh mereka yang tewas dalam pertempuran.

Kemunduran suku aztec 
      Bangsa Aztec mengalami kehancuran karena datangnya Spanyol. Dengan raja terakhirnya Monte Zuma II. Bangsa Spanyol banyak membunuh orang-orang Aztec. MEXICO CITY, Kilang-kilang minyak dan pembangkit-pembangkit tenaga listrik yang memompa polutan udara asam ke pantai Teluk Meksiko mengancam kelestarian lukisan-lukisan dinding (mural) batu di reruntuhan kota El Tajin yang berasal dari era sebelum kemunculan suku Aztec.

Kalender Suku Aztec
      Kalender Aztec merupakan kalender tua dengan dua sistem. 11 Januari 1325, Mexico City yang kini menjadi ibukota Meksiko, dibangun oleh raja terakhir Dinasti Aztec. Aztec adalah salah satu di antara suku-suku bangsa kulit merah Amerika Selatan yang datang ke Meksiko pada abad ke-12. Kehidupan bangsa Aztec berpusat pada pertanian. Namun pada abad ke-16, bangsa Spanyol datang ke Meksiko untuk menancapkan imperialismenya di kawasan itu. Bangsa Aztec melakukan perlawanan dan terjadilah pertempuran di antara keduanya yang dimenangkan oleh Spanyol. Sejak saat itu, jutaan orang Spanyol berdatangan ke Meksiko dan tinggal di sana, sementara bangsa Aztec tersingkir dan akhirnya punah.
Namun, bangsa aztec tidak punah tanpa jejak. banyak peninggalan yang menakjubkan yang lahir pada zaman peradaban bangsa aztec, salah satunya yaitu suatu sistemkalender bangsa Aztec, kalender tua dengan dua sistem.
Kalender batu Aztec, di ukir dari potongan batu gunung dengan berat lebih dari 22 metric tons, gambaran dewa matahari di bagian tengahnya menggambarkan masa lalu dan masa kini.
Para dewa matahari di kelilingi oleh beberapa bagian cincin, beberapa di antaranya berhias tulisan yang menunjukkan bagian dari perputaran waktu bangsa Aztec.
Kalender Aztec, sistem pengukuran waktu yang digunakan bangsa Aztec yang menguasai daerah tengah sampai selatan Meksiko pada abad 15 sampai awal abad 16. Kalender bagi bangsa Aztec merupakan pusat dari sistem yang rumit untuk acara keagamaan dan acara lainnya termasuk untuk ritual perang dan pengorbanan manusia. Sebagai masyarakat agraris, mereka percaya bahwa ritual dan acara keagamaan dapat memastikan tetap langgengnya proses alam yang berujung pada suburnya tanah pertanian mereka, karena adanya matahari yang bersinar tiap hari dan kembalinya musim hujan.
Masyarakat Aztec menggunakan dua macam sistem kalender, satu kalender dengan putaran waktu 260 hari dan satu kalender lainnya dengan 365 hari.
Kalender 260 hari, di kenal sebagai tonalpohualli (menghitung hari), adalah penanggalan keramat yang biasanya digunakan oleh para pendeta untuk memprediksikan masa depan. Kalender ini terbagi menjadi 20 periode, masing-masing periode terdiri dari 13 hari. Tiap periode memiliki nama sendiri.
Pada tulisan Aztec (hieroglyphs), tiap periode di tandai dengan sebuah simbol seperti air, kelinci atau pisau batu. Untuk menghitung hari pada tiap periode, mereka mencatatnya dengan menambahkan titik pada hieroglyph untuk tiap hari yang lewat.
Pada kalender dengan sistem 365 hari, merujuk pada waktu yang butuhkan oleh bumi untuk sekali mengitari matahari. Di kenal sebagai xiuhpohualli (untuk menghitung hari dan bulan) atau xihuitl (untuk menghitung tahun), sistem ini digunakan untuk kepeluan upacara keagamaan yang penting dan kepentingan pertanian seperti waktu tepat bercocok tanam atau saat untuk menuai. Tiap tahun terbagi atas 18 periode, tiap periode terdiri dari 20 hari 5 hari terakhir di anggap sebagai hari yang berbahaya atau hari yang tidak baik. Tiap periode memiliki festival dan perayaan sendiri, biasanya berdekatan dengan acara tahunan yang terkait dengan pertanian. Seperti halnya sistem kalender 260 hari, tanggal di beri tanda dengan huruf dan titik.
Tahun di tandai dengan gambar sepasang tanda dari 4 simbol - kelinci, bambu, rumah dan pisau batu—dengan 1 sampai 13 titik. Untuk menghindari kebingungan antara hari dan tahun, simbol untuk tahun di lingkari dengan tanda bujur sangkar, sementara untuk hari di biarkan tetap terbuka. Dengan sistem ini, bangsa Aztecs memiliki 52 nama untuk tahun yang berbeda. Tiap 52 tahun berakhirnya kedua sistem kalender tersebut di samakan ulang dan menandai berakhirnya 1 abad bagi bangsa Aztec.


Tidak ada komentar :

Posting Komentar