Suku Aztec
aztec merupakan satu dari
beberapa kebudayaan, yang disebut secara umum sebagai "nahuan"
mengikuti bahasa mereka.ketika kaum astec sampai ke lembah anahuac, mereka
dianggap oleh nahuas lain sebagai yang paling tidak berperadaban, jadi mereka
memutuskan belajar, dan mengambil dari kaum-kaum lain, mereka banyak belajar
dari toltec tua (yang sering dikelirukan dengan kebudayaan teotihuacan yang
lebih tua).
Pada abad ke -13, ketika
orang - orang aztec datang masuk ke meksiko bagian tengah, kota teotihuacan
yang dulunya padat ini (kira - kira puncak kejayaansekitar 400M ) telah sepi
ditinggalkan para pembangunnya yang misterius.bahkan orang - orang suku aztec
yang ganas pun sangat terpukau saat pertama kali melihat bangunan piramida -
piramida kematian ini.pusat upacaranya yang megah, dimana puluhan ribu
masyarakatnya berkumpul di tengah - tengah monumen batu keramat, terbenam
dibawah rimbunnya perpohonan.orang orang aztec menamai situs perbakala ini dan
mengindentifikasi monumen - monumen
paling agung dan megah sesuai dengan kepercayaan sendiri, yaitu piramida matahari dan piramida bulan.karena berasumsi bahwa beberapa bangunan ini adalah makam, mereka menyebut jalan raya utamanya "Street of the dead".
paling agung dan megah sesuai dengan kepercayaan sendiri, yaitu piramida matahari dan piramida bulan.karena berasumsi bahwa beberapa bangunan ini adalah makam, mereka menyebut jalan raya utamanya "Street of the dead".
Kerajaan Aztec berdiri
sekitar tahun 1298 M dan mencapai puncak kerjayaan pada tahun 1450 M. kerajaan
Aztec mengalami kehancuran setelah datangnya bangsa spayol, dengan raja
terkahir Monte Zuma II. Pusat kerjaan Aztec berada di daerah semenanjung
Yukatan.
Kebudayaan Suku Aztec
hasil dari
kebudayaan suku aztec adalah
1.
Kuil berbentuk piramida yang
tengahnya berlubang untuk memasukan kurban (emas dan perak).
2.
Kosenp kepercayaan menyembah
dewa - dewa.
3.
Patung di kota Vera Cruz,
yang beratnya 30 ton sebagai perwujudan dewa
Suku aztec
tiap 50 tahun sekali mengadakan upacara besar - besaran yang dipusatkan di hall
of the star, ibukota kerajaan aztec.
Ritual tentang suku
aztec
Fakta -
fakta tentang ritual suku aztec
1.
saat melakukan ritual,
pendeta aztec mengecat hitam tubuh mereka sebagai pengenal bahwa mereka adalah
seorang pendeta
2.
setiap kali orang aztec
menaklukan sebuat kota, mereka menambahkan semua dewa dari kota tersebut ke
agama mereka. itu sebab, agama aztec selalu mendapat tambahan dewa baru.
3.
suku aztec menguburkan
anggota keluarga mereka di dalam rumah
4.
ritual aneh aztec termasuk mendandani
orang - orang khusus yang terpilih meniru dewa tertentu untuk kemudian dibunuh
sebagai korban bagi dewa tersebut.
5.
keyakinan ini diperdalam
dengan kepercayaan bahwa tiga dewa utama suku aztec Huitzilopochtli,
Quetzalcoatl, dan Teccatlipoca mengorbankan diri dan menawarkan jantung mereka
kepada matahari.suku aztec percaya bahwa jika mereka tidak melakukan
pengorbanan, matahari tidak akan terbit keesokan harinya.
Fakta - fakta tentang pengorbanan
manusia aztec
1. Suku aztec percaya bahwa orang - orang yang dikorbankan untuk para dewa,
perempuan yang meniggal selama persalinan, dan orang - orang yang tewas dalam
pertempuran akan menjadi sahabat matahari selama 5 tahun setela mereka
dilahirkan kembali sebagai koibri atau kupu - kupu.
2. Para pendeta harus memilih orang yang cocok untuk dikorbankan, setelah
itu mereka akan makan daging dan minum sebagian darah orang yang dikorbankan.
3. Ritual pengorbanan dilakukan dengan urutan sebagai berikut : korban
dipilih, dibawa ke altar dalam kuil atau piramida dimana pendeta dari suku
aztec akan menyayat dada dan mengambil jantung saat korban masih hidup untuk
kemudian jantung tersebut di bakar.setelah itu, mayat kemudian dilempar dari
atas piramida.jika korban menunjukan keberanian, pendeta akan menunjukan rasa
hormat dengan menggendong mayan menuruni piramida alih - alih melemparkannya.
4. satu - satunya pengecualian aturan di atas adalah ketika pengorbanan
dilakukan untuk huehueteotl - dewa makanan, kehangatan, dan kematian dimana
korban pertama kali dilemparkan kedalam api dan ditarik keluar sebelum tewas
untuk diambil jantungnya dan dibuang kedalam api.
5. suku aztec percaya bahwa tlaloc, dewa hujan senang mendapatkan
pengorbanan anak - anak dilakukan pada musim semi.
6. dalam upacara yang unik, perawan dikorbankan untuk dewa Xochipili, yang
dimana kaki mereka disilangkan sebelum akhirnya jantung dikeluarkan dari dada
mereka.
7. pada ritual lain, seorang wanita yang mewakili Xochiquetzal dikorbankan.
8. setiap kali oran aztec kehabisan makanan, mereka akan makan daging dari
mayat musuh mereka yang tewas dalam pertempuran.
Kemunduran suku aztec
Bangsa Aztec mengalami
kehancuran karena datangnya Spanyol. Dengan raja terakhirnya Monte Zuma II.
Bangsa Spanyol banyak membunuh orang-orang Aztec. MEXICO CITY, Kilang-kilang
minyak dan pembangkit-pembangkit tenaga listrik yang memompa polutan udara asam
ke pantai Teluk Meksiko mengancam kelestarian lukisan-lukisan dinding (mural)
batu di reruntuhan kota El Tajin yang berasal dari era sebelum kemunculan suku
Aztec.
Kalender Suku Aztec
Kalender Aztec merupakan kalender tua dengan dua
sistem. 11 Januari 1325, Mexico City yang kini menjadi ibukota Meksiko,
dibangun oleh raja terakhir Dinasti Aztec. Aztec adalah salah satu di antara
suku-suku bangsa kulit merah Amerika
Selatan yang datang ke
Meksiko pada abad ke-12. Kehidupan bangsa Aztec berpusat pada pertanian. Namun
pada abad ke-16, bangsa Spanyol datang ke Meksiko untuk menancapkan
imperialismenya di kawasan itu. Bangsa Aztec melakukan perlawanan dan terjadilah
pertempuran di antara keduanya yang dimenangkan oleh Spanyol. Sejak saat itu,
jutaan orang Spanyol berdatangan ke Meksiko dan tinggal di sana, sementara bangsa
Aztec tersingkir dan akhirnya punah.
Namun, bangsa aztec
tidak punah tanpa jejak. banyak peninggalan yang menakjubkan yang lahir pada
zaman peradaban bangsa aztec, salah satunya yaitu
suatu sistemkalender bangsa Aztec, kalender tua dengan dua
sistem.
Kalender batu Aztec,
di ukir dari potongan batu gunung dengan berat lebih dari 22 metric tons, gambaran dewa matahari di bagian tengahnya menggambarkan masa
lalu dan masa kini.
Para dewa matahari di
kelilingi oleh beberapa bagian cincin, beberapa di antaranya berhias tulisan
yang menunjukkan bagian dari perputaran waktu bangsa Aztec.
Kalender Aztec,
sistem pengukuran waktu yang digunakan bangsa Aztec yang menguasai daerah tengah sampai
selatan Meksiko pada abad 15 sampai awal abad 16. Kalender bagi bangsa Aztec
merupakan pusat dari sistem yang rumit untuk acara keagamaan dan acara lainnya
termasuk untuk ritual perang dan pengorbanan manusia. Sebagai masyarakat
agraris, mereka percaya bahwa ritual dan acara keagamaan dapat memastikan tetap
langgengnya proses alam yang berujung pada suburnya tanah pertanian mereka,
karena adanya matahari yang bersinar tiap hari dan kembalinya musim hujan.
Masyarakat Aztec menggunakan dua macam sistem kalender,
satu kalender dengan putaran waktu 260 hari dan satu kalender lainnya dengan
365 hari.
Kalender 260 hari, di
kenal sebagai tonalpohualli (menghitung hari), adalah penanggalan keramat yang
biasanya digunakan oleh para pendeta untuk memprediksikan masa depan. Kalender
ini terbagi menjadi 20 periode,
masing-masing periode terdiri dari 13 hari. Tiap periode memiliki nama sendiri.
Pada tulisan Aztec (hieroglyphs), tiap periode
di tandai dengan sebuah simbol seperti air, kelinci atau pisau batu. Untuk
menghitung hari pada tiap periode, mereka mencatatnya dengan menambahkan titik
pada hieroglyph untuk tiap hari yang lewat.
Pada kalender dengan
sistem 365 hari, merujuk pada waktu yang butuhkan oleh bumi untuk sekali
mengitari matahari. Di kenal sebagai xiuhpohualli (untuk menghitung hari dan
bulan) atau xihuitl (untuk menghitung tahun), sistem ini digunakan untuk
kepeluan upacara keagamaan yang penting dan kepentingan pertanian seperti waktu
tepat bercocok tanam atau saat untuk menuai. Tiap tahun terbagi atas 18
periode, tiap periode terdiri dari 20 hari 5 hari terakhir di anggap sebagai
hari yang berbahaya atau hari yang tidak baik. Tiap periode memiliki festival
dan perayaan sendiri, biasanya berdekatan dengan acara tahunan yang terkait
dengan pertanian. Seperti halnya sistem kalender 260 hari, tanggal di beri
tanda dengan huruf dan titik.
Tahun di tandai
dengan gambar sepasang tanda dari 4 simbol - kelinci, bambu, rumah dan pisau
batu—dengan 1 sampai 13 titik. Untuk menghindari kebingungan antara hari dan
tahun, simbol untuk tahun di lingkari dengan tanda bujur sangkar,
sementara untuk hari di biarkan tetap terbuka. Dengan sistem ini, bangsa Aztecs
memiliki 52 nama untuk tahun yang berbeda. Tiap 52 tahun berakhirnya kedua
sistem kalender tersebut di samakan ulang dan menandai berakhirnya 1 abad bagi
bangsa Aztec.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar