|
PROPOSAL BISNIS
|
|
Disusun Oleh :
Adhila Rachmasari (10214218)
Liany Nur Lestari (16214060)
Rimanda Utami (19214412)
Rizal Fachrurrozi (19214575)
Sindy Sintia S. (1A214292)
Thesa Virki S. (1A214729)
|
BAB I
PROFIL PERUSAHAAN
PROFIL PERUSAHAAN
1.1 Latar Belakang
Ikan Lele merupakan ikan jenis air tawar yang mudah di temui dimana saja. Ikan lele merupakan jenis ikan yang
mudah hidup, tahan dari segala cuaca bahkan di air
yang kotor dan berlumpurpun ikan Lele mampu bertahan. Ikan Lele mempunyai nama yang beraneka
ragam sesuai dengan daerah di mana ikan Lele tinggal antara lain: ikan kalang
(Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet
(Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan),
ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia) Biskuit lele
merupakan biskuit fungsional untuk mengatasi kekurangan gizi, sangat cocok
dikonsumsi anak-anak.
Kandungan yang dimiliki ikan lele antara lain Kalori:
217, Protein: 26.7g, Karbohidrat: 0.0g, Total Fat: 11.5g,
Fiber: 0.0g, Excellent sumber Selenium (20.7mcg) dan Vitamin B12 (4mcg). Sumber yang baik Kalium (459mg), dan Niacin (3.6mg).
Fiber: 0.0g, Excellent sumber Selenium (20.7mcg) dan Vitamin B12 (4mcg). Sumber yang baik Kalium (459mg), dan Niacin (3.6mg).
Berdasarkan hasil penelitian, lele memiliki kandungan
gizi yang cukup tinggi, dalam 500 gram lele dumbo (kira-kira terdiri dari 4
ekor) mengandung 12 gram protein, energi 149 kalori, lemak 8,4 gram dan
karbohidrat 6,4 gram.
Makanan yang merupakan “sumber yang sangat
baik” dari nutrisi tertentu menyediakan 20% atau lebih dari nilai harian yang
dianjurkan, berdasarkan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) .
Ketika dimasak (panas kering), lele liar
memberikan 0,333 gram omega-3 asam lemak, berasal dari EPA (0.1g), DHA
(0.137g), dan ALA (0.096g), per 100 gram ikan lele liar. Ketika dimasak (panas
kering), lele budidaya memberikan 0,259 gram omega-3 asam lemak, berasal dari
EPA (0.049g), DHA (0,128), dan ALA (0.082g), per 100 gram ikan lele budidaya.
Berdasarkan kajian ilmiah ikan lele memiliki
kandungan protein yang cukup tinggi didalamnya yaitu sekitar 17%, tak hanya itu
ikan ini juga memiliki berbagai macam asam lemak, esensial yang dapat mencukupi
kabutuhan akan asam lemak harian kita sekitar 9%. Namun batasi konsumsi ikan
ini, karena kandungan kolesterolnya juga lumayan tinggi. 1 hari 2 ekor sudah
cukup memberikan banyak manfaat.
Keunggulan ikan lele dibandingkan dengan
produk hewani lainnya adalah kaya akan Leusin dan Lisin. Leusin (C6H13NO2)
merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan
anak-anak dan
menjaga keseimbangan nitrogen. Leusin juga berguna untuk peromba֍kan dan
pembentukan protein otot .
Lisin merupakan salah satu dari 9 asam amino
esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringnan. Lisin
termasuk asam amino yang sangat penting dan dibutuhkan sekali dalam pertumbuhan
dan perkembangan anak. Pasalnya, asam amino ini sangat berguna untuk
pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak, membantu penyerapan kalsium dan
menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh, dan memelihara masa tubuh anak agar
tidak terlalu berlemak. Lisin juga dibutuhkan untuk menghasilkan antibody,
hormone, enzim, dan pembentukan kolagen, disamping perbaikan jaringan. Tak
kalah pentingnya, lisin bisa melindungi anak dari cold sore dan virus herpes
Lele merupakan sumber asam lemak omega 3,
yaitu asam lemak dengan ikatan rangkap pada posisi karbon nomor 3 dari gugus
metil atau disebut karbon posisi omega. Asam lemak ini merupakan precursor dari
thrombaxiane A3 dan prostaglandin I3, zat yang sangat efektif untuk ganti
agregasi keping-keping darah. Pencegahan agregasi keping-keping darah dapat
mengurangi risiko menderita penyakit jantung.
Dari penelitian yang dilakukan secara
berkelanjutan, para peneliti menemukan pula manfaat lain dari asam lemak omega
3, yaitu menurunkan tekanan darah; membantu merawat kesehatan kulit, terutama dari
ekzema dan dermatitis; serta berperan dalam pembentukan cerebral cortese otak.
Ini sangat berguna sekali bagi anda yang sering beraktivitas olahraga berat,
atau aktivitas-aktivitas yang membutuhkan energi serta reflek yang tinggi.
Kekurangan asam lemak omega 3 pada hewan
percobaan menunjukkan rendahnya penglihatan atau kecerdasan. Meski belum bisa
menentukan jumlah omega 3 yang diperlukan untuk mengatur jantung supaya sehat
secara efektif, para ahli menganjurkan 20-25% asam lemak esensial yang dikonsumsi
berupa asam lemak omega 3. Untuk memenuhinya, mereka mengingatkan untuk tidak
menggunakan suplemen minyak ikan secara rutin. Bahayanya antara lain, overdosis
vitamin A dan vitamin D yang dapat menyebabkan keracunan dan juga perdarahan.
Atas dasar diatas maka perlu adanya budidaya
lele untuk mendukung kebutuhan bahan pangan pokok yang memiliki gizi dan
manfaat tinggi bagi konsumen. Selain itu ikan lele memili harga yang tidak
mahal, sehingga seluruh kalangan masyarakat dapat mengonsumsi ikan lele.
1.2
Rencana
Bisnis
1. Penjelasan Singkat tentang
Bisnis
Budidaya
Ikan Lele merupakan sebuah usaha makro yang dibentuk untuk membuka lapangan
pekerjaan baru bagi masyarakat babakan dan sekitarnya, sehingga dapat membantu
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Usaha Budidaya Ikan lele ini memfokuskan pada pengelolaan bibit lele
hingga ikan lele siap panen dan dapat didistribusikan. Harapanya dengan
dibentuknya usaha ini dapat memenuhi kebutuhan pasar akan melimpahnya
permintaan pasar terhadap ikan lele.
2. Visi dan Misi
Visi:
Membudidayakan ikan lele dengan kualitas baik sehingga
dapat memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik
melalui konsumsii ikan lele yang bergizi maupun dengan penyediaan lapangan
kerja.
Misi:
Misi Jangka
Pendek
1.
Memenuhi permintaan pasar terhadap permintaan ikan lele yang tinggi.
2.
Menyediakan ikan lele yang memiliki kualitas baik.
3.
Menyediakan ikan lele dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
4.
Membuka sekolah edukasi budidaya ikan lele untuk meningkatkan
keterampilan warga maupun pengunjung tempat usaha kami agar memiliki
pengetahuan yang baik dalam pembudidayaan ikan lele.
Misi Jangka
Panjang
1.
Membuka lapangan pekerjaan
baru bagi masyarakat umum yang ingin bekerjasama dengan kami.
2. Menjadi sebuah usaha yang
mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai dan karyawannya.
3. Memberikan produk ikan lele
yang berkualitas tinggi pada pelanggannya dan menjawab kebutuhan pasar.
BAB II
DESKRIPSI USAHA
2.2 Strategi Bisnis
§ Direct Selling
Promosi secara langsung dari
mulut ke mulut pada tahap awal pengenalan tempat
budidaya.
§ Brosur
Bentuk promosi akan dilakukan
dengan menyebarkan dan menempelkan brosur atau flyer di lingkungan perumahan,
lingkungan, pasar tempat-tempat umum (terminal, stasiun, halte dll).
§ Online Marketing
§ Kartu Stamp
Memberikan kartu stamp kepada
konsumen sehingga konsumen dapat mengumpulkan stamp dari setiap pemesanan hasil panen lele.
§ Stiker
Memberikan stiker kepada pembeli sebagai salah satu
bentuk promosi yang kami lakukan.
2.3 Analisis Masa Depan Industri
- Perspektif Masa Depan
Ikan lele merupakan salah satu
sumber makanan bergizi tinggi, sehingga dalam pengolahannya akan selalu
dibutuhkan dan permintaan pasar akan ikan lele akan selalu tinggi sehingga
peluang keberjalanan usaha ini terlihat
baik.
- Analisis Persaingan
Persaingan dalam dunia bisnis
tidak dapat dielakkan. Seorang wirausahawan akan maju apabila ia mau berusaha
untuk bersaing. Bekerja keras agar usaha yang ditekuni menjadi terbaik diantara
sekian banyak para wirausahawan.
Begitu juga kami akan berusaha
semaksimal mungkin untuk dapat bersaing dengan pesaing-pesaing kami yaitu:
1) Perusahaan dengan jenis usaha
yang sama
2) Perusahaan dalam satu areal
wilayah kerja
Guna menunjang hasil
persaingan yang baik, kami akan lebih selektif dalam bekerja yang meliputi
proses pembudidayaan dan pemasaran yang
akan kami buat profesional. Kami yakin perusahaan lain akan menganggap perusahaan kami
sebagai saingan terberat.
- Segementasi Pasar yang Dimasuki
Segmentasi pasar sangat
berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi industri maka dari itu harus
dinpertimbangkan dan dipikirkan dengan cermat dan waspada karena pasar
merupakan salah satu tujuan dari pendistrbusian usaha kami, dengan sedikit saja
kelalaian dan kecerobohan dapat mengurangi penghasilan perusahaan dan
mengakibatkan banyak dampak negative bagi perkembangan perusahaan tersebut.
Menurut pendapat kami hasil
panen ikan lele yang akan kami hasilkan pastinya akan bisa menembus pasar karena memiliki kualitas yang baik dan terjamin sehingga tidak mengecewakan
pembeli, mengandung protein karbohidrat dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu harga yang
ditawarkan pastinya bersing dengan produk keripik lainnya.
BAB III
RANCANGAN
USAHA
3.1 Lokasi
usaha
Caringin GG Linun Mustikasari RT 01/RW
02 Babakan Tengah Mustika Jaya.
Kota
Bekasi.
3.2
Faktor Penghambat dan Pendukung
Setiap usaha yang dijalankan,
pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti halnya usaha ini. Ada
beberapa hal yang menurut kami akan menghambat dan sangat mendukung dalam menjalankan usaha ini.
Analisis
SWOT
Strength
|
Weakness
|
ü Bahan Baku berupa bibit lele yang mudah di dapat dan mudah dalam hal pembudidayaanya
ü Kualitas hasil panen baik
ü Permintaan pasar yang
tinggi dan kurangnya pembudidayaan ikan lele di desa papringan dan sekitarnya
ü Harga yang ditawarkan kompetiti dan terjangkau
|
ü Belum memproduksi olahan ikan lele
ü Penentuan
harga dasar yang bisa mencakup seluruh lapisan masyarakat
ü Kerugian jika musim hujan tiba, air kolam akan naik dan
lele akan keluar dari kolam, sehingga dibutuhkan sirkulasi kolam yang baik.
|
Opportunities
|
Threats
|
ü Tidak ada UKM pembudidaya
ikan lele di sekitar desa papringan
ü Permintaan pasar yang
tinggi dari berbagai daerah
|
ü Munculnya
pesaing yang menggunakan bahan baku yang sama
ü Persaingan
harga pasar setelah muncul
pesaing baru
ü Krisis
ekonomi global yang dapat memperburuk
pendapatan
|
BAB IV
ASPEK PRODUKSI
4.1 Proyeksi Keuangan
Modal usaha didapat dari:
a. Modal pribadi
b. Pinjaman dari teman-teman, keluarga dan investor
4.2 Analisis Usaha
- Biaya Investasi (Tetap)
No
|
Nama Barang/Kebutuhan
|
Kuantitas
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
1
|
Sewa Tanah
|
3
|
Tahun
|
Rp 600.000.-
|
Rp 1.800.000,-
|
2
|
Pembuatan kolam :
|
||||
Batu bata
|
850
|
Buah
|
Rp
500,-
|
Rp 425.000,-
|
|
Semen
|
2
|
Karung
|
Rp 68.000,-
|
Rp 136.000,-
|
|
Pasir
|
1
|
Bak
|
Rp 160.000,-
|
Rp 160.000,-
|
|
Kapur
|
1
|
Karung
|
Rp 8.000,-
|
Rp
8.000,-
|
|
Terpal
|
4(3x4 m)
|
Buah
|
Rp 75.000,-
|
Rp 300.000,-
|
|
Tukang
|
1
|
Orang
|
Rp 50.000,-
|
Rp 50.000,-
|
|
3
|
Pralon
|
2
|
Buah
|
Rp 23.000,-
|
Rp 46.000,-
|
4
|
Jaring
|
4
|
Buah
|
Rp 45.000,-
|
Rp 180.000,-
|
5
|
Ember
|
5
|
Buah
|
Rp 18.000,-
|
Rp 90.000,-
|
6
|
Timbangan
|
1
|
Buah
|
Rp 400.000,-
|
Rp 400.000,-
|
7
|
Bambu
|
4
|
Buah
|
Rp 12.000,-
|
Rp 48.000,-
|
8
|
Drigen
|
10
|
Buah
|
Rp 30.000,-
|
Rp 300.000,-
|
12
|
Paku
|
2
|
Kg
|
Rp 5.000,-
|
Rp 10.000,-
|
Jumlah
|
Rp 3.963.000,-
|
- Biaya Oprasional
No
|
Nama Barang/Kebutuhan
|
Kuantitas
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
1
|
Pembelian Bibit
|
3000
|
Ekor
|
Rp 150,-
|
Rp 450.000,-
|
2
|
Pakan
|
2
|
Karung
|
Rp 250.000,-
|
Rp 500.000,-
|
3
|
Obat-obatan/vaksin
|
2
|
Botol
|
Rp 20.000,-
|
Rp 40.000,-
|
4
|
Biaya Panen
|
Rp 50.000,-
|
Rp 50.000,-
|
||
Jumlah
|
Rp 1.040.000,-
|
- Biaya Gaji
No
|
Nama Barang/Kebutuhan
|
Kuantitas
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
1
|
Pemberian Gaji Karyawan
|
3
|
Bulan
|
Rp 100.000,-
|
Rp 300.000,-
|
Jumlah
|
Rp 300.000,-
|
- Biaya Transportasi
No
|
Nama Barang/Kebutuhan
|
Kuantitas
|
Satuan
|
Harga Satuan (Rp)
|
Jumlah (Rp)
|
1
|
Biaya Transportasi
|
3
|
Bulan
|
Rp 100.000,-
|
Rp 300.000,-
|
2
|
Biaya Lain-lain
|
3
|
Bulan
|
Rp 20.000,-
|
Rp 60.000,-
|
Jumlah
|
Rp 360.000,-
|
Biaya Total
= Biaya Tetap + Biaya Tidak Tetap
= Rp 3.963.000 + Rp 1.040.000 + Rp. 300.000 + Rp. 360.000
= Rp. 5.393.000
+
HPP (Harga
Pokok Penjualan)
HPP =
=
= Rp. 2.157 per ekor
2500 menunjukan penurunan jumlah ikan lele
dari awalnya 3000, karena lele merupakan karnivora dan dalam pembudidayaan tak
jaran ditemukan banyak lele yang menjadi mangsa ikan lele lain.
Harga per ekor adalah Rp.3.000, untuk 4
ekor sama dengan 1 kg ikan lele sehingga 1 kg ikan lele kami menjualnya dengan
harga Rp.12.000. dalam kanca pasar harga
kami termasuk murah karena dipasaran harga 1 kg Lele mencapai Rp. 15.000
1. Total Penerimaan (TR)
Total Penerimaan = Harga (P)
x Jumlah Produksi (Q)
=
Rp 12.000,00 x 625
=
Rp 7.500.000
2. Pendapatan
Pendapatan = Penerimaan (TR) – Biaya Total (TC)
=
Rp 7.500.000 – Rp 5.393.000
= Rp 2.107.000
3. R/C Ratio (Nilai Kelayakan Suatu Usaha)
= 1,39> 1
B/C Ratio =
=
= 0,39> 0
Analisa Break Event Point (balik modal)
BEP = Keuntungan bersih
1 bulan x berapa kali produksi dalam 1 bulan
5.393.000
< 8428.000
Dalam waktu 2 bulan atau 3-4 kali panen, maka Break Event Point
modal awal kami akan kembali. Ini yang menjadi penguat untuk tetap membuka
usaha ini.
BAB
V
PENUTUP
Demikian
proposal yang kami buat, semoga langkah ini dapat turut andil dalam memberika
sumber makanan bergizi dan memberikan lapangan pekerjaan serta memajukan
ekonomi Indonesia. Semoga
proposal ini
dapat menjadi pertimbangan dan pada akhirnya terealisasi. Semoga Allah
SWT meridhoi kita semua.
Kesimpulan
Setelah kami membuat proposal ini, diharapkan usaha
yang kami buat dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. Semoga
usaha ikan Lele yang kami buat dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan
sehari – hari masyarakat sekitar. Untuk itu, kami sangat berharap anda mau
mengunjungi tempat usaha ikan Lele kami. Terima Kasih.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar